Minggu, 15 September 2013

Bahasa Indonesia - Drama Bergenre Komedi


Assalamu’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….. 
Haihaihai Sahabatku,, , , nih ada lagi salah satu tugas Bahasa Indonesia - Drama. Drama ini adalah Drama yang bergenre Komedi, drama ini yang buat Sahabat aku, namanya Widya Nugraha.
Tak ubahnya aku membagikan tugasku kepada kalian semua para SahabatKU. Mudah-mudahan berguna ya..... eitss, tapi harus ingat! kalau kalian mau pada copast jadi penCOPAST yang kreatif! jangan semua diambil, diubah sedikit lah.... OK, OK, OK, Sahabatku. Aku tidak larang copast loh, hanya sekedar mengingatkan saja!ok langsung saja Cekidot***

DRAMA KOMEDI " TOBATNYA PREMAN SEKOLAH "
Tema : Persahabatan
Judul : Tobatya Preman Sekolah
Penokohan :
1.    Andi Aswan Irfan  (kasar)
2.    Widya Nugraha (tegas)  
3.    Sabrianah Badaruddin (culun)
4.    M.Y. Khairul Umam  (culun)
6.    Muhammad Yaumal Fashli Mas’ud (kasar)
7.    Ahmad Zulhikam Syarifuddin (kasar)

Tobatnya Preman Sekolah

Pronolog

      Pagi-pagi, tiga preman sekolah telah menunggu dua orang siswa culun dalam kelasnya sambil memasang foto targetnya tersebut di papan tulis. Ketiga preman itu adalah Aswan, Zulhikan Dan Yaumal. Mereka sangatlah sering membuat onar di sekolah. Di depan pintu kelas, setiap orang yang mau masuk kelas harus membayar uang kepada Aswan, Zulhikam dan Yaumal. jika mereka tidak ingin mendapat sebuah pukulan dimuka mereka. Dari kejauhan, dua anak pejabat tinggi yang culun sedang berjalan menuju dalam kelas. Mereka adalah Umam dan Rina. Aswan, Yaumal dan Zulhikam telah menunggu mereka dari tadi.

Babak 1, di Kelas

Aswan             : “Hey! Apa kabar para pejabat cilik? (menghadang jalan mereka berdua) buru                     
buru yah? Kenapa buru buru sih, santai saja lah? (memeluk Umam) kita main
main saja dulu, benar kan Zul?”
Zulhikam         : “Benar itu, lagi pula bel masuk kan masih lama.”
Yaumal            : “Yah! yang dikatakan aswan itu sangat benar , kau harus ikuti perintah kami
bertiga . okeee ? kau dengar itu ?” (sambil menggeretak tepat ditelingan Umam)
Umam             :“Kenapa ini? Kenapa kalian hadang jalan kita berdua ?”
Zulhikam         : “Pura pura tidak tau atau kamu memang tidak tau yah? ini kan daerah kita
bertiga.  Kalian yang sebagai  pendatang harus bayar pajak dong sama kita kita.“
Rina                 : “Da… darimana ada aturan seperti itu disekolah ini? I… inikan sekolah, tidak
ada pajak pajak kan. Memangnya kamu tidak dapat uang saku yah dari
orangtuamu ?” (sambil menggigit jari telunjuknya)
Umam             : “ i…iya.. betul itu !”
Aswan             : “Eh ! dasar bocah ingusan , kalian berdua mau menantang sayaaaaa ? kalau
disuruh bayar yah bayar , kamu berdua tidak usah banyak bicara !” ( sambil
melotot kearah rina dan Umam)        
Rina                 : “a… aku tidak bermaksud mee… meee.. nantangmu kok, ta… tapi disekolah ini
 tidak ada aturan seperti itu..” ( menunduk ketakutan)
Zulhikam         : “Eh dasar gadis idiot , berani-beraninya kau bicara seperti itu dihadapan kami ?”
Yaumal            : “Kalian ini mau masuk dikelas atau tidaaaak ? kalau mau kau harus bayar kami
dulu !” ( sambil memegang pundak rina dan Umam)
Aswan             : “woooi ! kenapa kalian hanya diam , cepat keluarkan uangmu !”
Umam             : ( mengeluarkan uang 10 ribu dari dalam sakunya ) “i…inii uangnya . sekarang
kami bisa maa… masukk kan ?”
Rina                 : “I…iya , se.. sekarang kami boleh masuk kelas kan ?”
Aswan             : “tidaaaaaaak ! kalian belum bisa masuk . eh kau lihat uang ini ( mengibas-
ngibaskan uang di hadapan rina dan umam ) ini masih sangat kurang untuk kita
bertiga” .
Zulhikam         : “yah betul itu , uang 10 ribu ini hanya bisa beli pentol , bagaimana dengan uang
makannya ? kamu kan anak pejabat , minimal uang saku kamu pasti 100 ribu
kan ? ini kuraaaaang !”
Rina                 : “ Ba… baiklah , ini uang yang kalian minta” ( mengeluarkan uang 100 ribu
dalam sakunya )
Yaumal            : (mengambil uang 100ribu tersebut dengan cepat dari tangan Rina) “Ini baru
namanya uang,  hahahahahha. saatnya berpesta”

Saat Aswan , Zulhikam dan Yaumal sedang asyik-asyiknya memperbodoh Umam dan Rina . Tiba-tiba datang seorang gadis melihat perlakuan preman sekolah tersebut kepada Umam dan Rina. Gadis itu bernama Widya sekaligus merupakan satu-satunya siswi yang selama ini Aswan segani dan kagumi . ketika berhadapan dengan gadis itu , Aswan tak dapat berkutip sama sekali.


Widya             :  “Ada apa ini ? jangan bilang kalian bertiga buat onar lagi !” (sambil menunjuk
Aswan, Zulhikam dan Yaumal)
Umam             :  “Itu wid , diaa….” (belum selesai bicara)
Aswan , Zulhikam,Yaumal : ( melototi Umam)
Widya             : “iyaa Mam dia kenapa ? mereka bertiga memajakmu lagii ?” ( dengan wajah
yang marah )
Rina                 :  “I… iya wid” ( tertunduk ketakutan)
Widya             : “ Eh ! Kalian bertiga ini kenapa ? selalu saja buat onar disekolah ini ? apa kalian
tidak malu ? apa kalian menganggap diri kalian ini hebat ?”
Aswan             :  (hanya diam dan tertunduk)
Widya             :  “Kalian kenapa ? kenapa tidak bicara ? selama ini kalian menganggap diri
kalian jago,hebat,keren ! nah sekarang mana ? ayoo buktikan ! jangan tinggal
diam seperti patung .”
Zulhikam         : “ayo dong bos bicara ! dia sudah kurang ajar terhadap kita bertiga” (membisik
aswan )
Yaumal            : “iya bos , kata-katanya sudah mempermalukan kita”
Umam             : “sudahlah wid,hentikan saja . Aku dan Rina sudah terbiasa diperlakukan seperti
ini oleh mereka”
Rina                 : “iya wid, Umam benar! tidak papa kok tidak usah kau ladeni mereka, aku ikhlas
kok berikan uang itu meskipun mereka memintanya sacara paksa”
Zulhikam         : (mendorong Rina hingga jatuh) “eh gadis ingusan , tak usah kau bela kami , tak
usah bersikap manis .”
Widya             :  (Menolong rina yang hampir terpental) “Eh , kau ini ! kelakukanmu sudah
kelewatan . mana uang Rina . sini kembalikaan ! (merampas uang itu dari tangan
Yaumal) Rina dan Umam itu terlalu baik untuk kau perlakukan seperti ini .
mereka itu tidak punya salah sama kalian !”
Yaumal dan Zulhikam    :   (melotot sambil menunjuk Widya) Kaaaaaaaaaaaaauuuuuuuu !
Widya             :  “kenapa ? kalian berdua mau apaa ? haaa ?
Aswan             : “sudahlah , biarkan mereka masuk !” (menarik kedua sahabatnya dihadapan
Widya)
Rina, Umam    : “a… apa ? kau mebiarkan kita masuk ! WOW , tidak seperti biasanya” (sambil
bertatapan dan tersenyum lebar)
Widya             : “ayo kita masuk kekelas” (menarik Rina dan Umam)
Zulhikam         : “kau ini kenapa ? kenapa kau membiarkan mereka masuk setelah
mempermalukan kita ? ini aneh !”
Yaumal            :  “kau tak sakit kan Wan ?” (Sambil memegang kepala Aswan)
Aswan             : “ah ! kalian berdua tak usah banyak tanya ! aku ini tak kenapa-kenapa , aku ini
sehaat , ayo masuk . bel sudah bunyi tuh !  istirahat nanti ada hal yang ingin
kuceritakan pada kalian !” (sambil mendorong kepala Zul dan Yaumal)

Babak II , Di kantin
    
Bel istirahatpun berbunyi, siswa siswi berbodong-bondong datang kekantin . begitupula dengan ketiga preman sekolah itu yang sedang asyik berbincang-bincang ditemani minuman dan makanan yag tersedia dikantin sekolah.

Zulhikam         : “Oiya Wan , tadikan ada hal yang ingin kau ceritakan kepada kami berdua !”
Yaumal            : “betul , ayo beruan cerita masbro . aku siap mendengar kegalauaaaannnmuuu !
hahaha”
Aswan             :  “hahaha kurang ajar kamu Mal, (sambil memukul pundak Yaumal) begini ,
sebenarnya sudah lama aku menyukai gadis itu , aku suka dengan tingkahnya .
hanya dia satu-satunya siswi disekolah ini yang berani menentangku .
cerewetnya , matanya , ketegasan dan keberaniannya membuatku jatuh cinta
padanya . iyaa aku suka sama diaa . Ohhhh Widyaaa.”
Zulhikam         : “Whaaaaaaaatttttttttttt ?”
Yaumal            : “WOOOOOOWWW ?”
Zulhikam         : “tak kusangka ternyata preman seperti kamu bisa jatuh cinta juga yah ? hahha
Yaumal            : “yah ! Aswan aswan , ternyata hal ini yang membuatmu tadi seperti orang yang
kaku ketika gadis itu mebela dua idiot tadi . pantas sajaaa . hhahaha .”
Aswan             : “kalian ini kenapa ? bukannya membantuku . aku harus bagaimana ? gadis itu
sudah terlanjur membenci kita bertigaa . kayanya bagiku mustahil untuk
mendapatkannya.”
Zulhikam         : “AHAAAA ! Aku punya ideee ! bagaimana kalau kita memanfaatkan dua anak
idiot itu untuk membantumu dekat dengan Widya ?”
Yaumal            : “ maksud kamu ? apa hubungannya ?”
Zulhikam         : “begini , dua bocah ingusan itukan akrab dengan widya , kita harus paksa
mereka untuk cari tahu apa saja yang widya suka dan yang tidak widya suka .
bagaimana ?”
Yaumal dan Aswan     : hmmmmm setujuuu !”
Aswan             : “ide yang cemerlang , tumben otak kamu encer !”
Zulhikam         :  “siapa dulu dong ! Suleeee gitooohhh , pelawak yang terkenal ituu” ( sambil
berjoget-joget)
Yaumal            : “eh stop , liat disana ! itukan si  culun . ayuk kita hampiri mereka !”
(menghampiri Rina dan Umam yang juga berada di kantin)
Aswan             : “hey bocah ingusan ( sambil memukul meja) urusan kalian denganku itu belum
selesai , jangan kira aku tak ingin membalas atas perlakuanmu tadi kepadaku.”
Rina                 : “…ada apaa ? kalian ini kenapaa selalu mengganggu kami berdua ?”
Umam             : “iya ada apa ini ? perlakuan apa yang kau maksud ? kamikan tidak pernah
menganggumu”
Rina                 : “iya , lagi pula . tadikan aku hanya membela kalian semua didepan widya ,
Aswan             : “eh tutup mulutmu ! pokoknya kalian berdua , harus mengikuti perintahku ini !”
Umam             :  “memangnya kau mau apa ?”
Rina                 : “iya , kalian ini mau apa ? jangan menakut-nakuti kami seperti ini !
Yaumal            : eh gadis idiot yang lucu ! kamu mau tau yah ?”
Rina                 : “iya . katakana saja  kalau aku sanggup melakukan perintah itu aku pasti akan
bantu kalian !”
Zulhikam         : “hanya sekedar mau tau atau mau tau bangeeeet ? HA HA HA”
Aswan             : “okee , eh kau pria culun , kemari ! (sambil menunjuk Umam)
Umam             : “iya , kenapa aswan ?”
Aswan             : “kau akrabkan sama widya ?”
Umam             : “iya..”
Aswan             : “dan  kau gadis culun ! kau juga akrabkan dengan widya ?”
Rina                 : “iya , Widya itu sahabatku , dia selalu membantu aku saat susah !”
Aswan             : “oke baguslah , yang ingin aku perintahkan kepada kalian berdua itu , bantu aku
untuk dekat dengan sahabatmu itu ! bantu aku cari tau hal-hal apa saja yang ia
suka dan ia tidak suka !”
Umam, Rina    : “appaaaaa ? kau suka dengan Widya ?”
Yaumal            : “eh kenapa kalian berdua ? selain  culun , tenyata kalian kompak juga yah
bicaranya . hahaha lucu itu lucu !”
Zulhikam         : “kenapa ? kalian heran yah kalau Aswan suka dengan Widya ? aku saja heran
hahah kalian mau apa ? keberatan ? HAAA ?”  
Umam, Rina    : “ti… tidak kok” (tertunduk)
Zulhikam         : “baguslah kalau begitu , kalian kan sudah tau apa yang harus kalian lakukan
berdua ! jangan sampai rencana kami ini gagal !”
Aswan             : “oiya satu lagi , awas saja kalau kau berani menjelek-jelekkanku dihadapan
Widya ! aku tidak akan segang-segang mempermalukanmu ! kau pahaaam
ituuuuu ?” (sambil memegang kera baju Umam)

Tiba-tiba Widya datang .

Widya             : “astagaaaaa kalian lagi ! eh lepaskan tanganmu itu ! kalian tidak pernah kapok-
kapok yah untuk mengibuli kedua sahabatku ini ! memangnya kau menaruh
dendam apa terhadap mereka ? kelihatannya kalian itu begitu senang
mengerjainya ! ohh sy tau, atau jangan-jangan kalian sirik yah ! sebab dia itu
siswa terpintar diskolah ini , tidak seperti kalian yang bagituuu BODOH dan
nakal .”
Aswan             : “tidak kok wid , aku hanya merapikan kera baju Umam , aku tidak menganggu
mereka kok . iyakan mam ?”
Umam             : “i….iya wid , Aswan dan teman-temannya tidak mengganggu kita kok , dia
hanya merapikan kera bajuku sj yang sedikit berantakan ini .”
Widya             : “itu betul Rin ? mereka bertiga tidak mengganggu kalian lagi kan ?”
Rina                 : “Iya wid , tidak kok !”
Widya             : “oke baguslah kalau begitu . oiya aku hampir lupa . sebenarnya aku kesini Cuma
ingin beritahu , nanti pas pulang sekolah kalian semua kerumahku ! kita kerja
tugas drama , soalnya kita  sekelompok ! saya harap jangan ada yang terlambat !
Dan buat kalian bertiga , jangan buat onar dirumahku nanti !”
Zulhikam , Yaumal : “siaaaaap Nonnnnaaaaaa !” (sambil hormat)
Widya             :  “kalau begitu aku ke kelas duluan yah !”
Zulhikam, Yaumal : “Okkkeee Nonaaaaa !”
Aswan             : “Eh kalian berdua , ingat apa yang kuperintahkan tadi ! awas saja kalau kalian
sampai lupa !” (berlalu begitu saja dihadapan Rina dan Umam)
Umam             : “Rin , bagaimana ini ? kita harus berbuat apa ? aku takut !”
Rina                 : “Tenang Mam , Aswan Cuma suruh kita buat cari tahu apa yang Widya suka dan
yang tidak Widya suka, semua itukan jelas kita sudah tahu , tugas kita hanya
memberitahukan Aswan saja.”
Umam             : “terus tadi kenapa tidak kau beritahu saja ?”
Rina                 : “mana bisa , kan Widya tiba-tiba datang . hmm pantas yah selama ini sikap
Aswan selalu dingin setiap kali Widya mebela kita berdua . ternyata dia sukaa
toh !”
Umam             : “Iya tapi aku tidak yakin Widya bisa suka sama dia . Diakan nakal , bodoh lagi!”
Rina                 : “Hsst jangan bilang seperti itu  setiap orang itu bisa berubah kok !”
Umam             : “iyaa iyaa , dari pada kita bahas itu . ayu kita kembali ke kelas !”

Babak III

Bel pulang sekolahpun berbunyi , Aswan , Zulhikam , Yaumal bersiap-siap kerumah Widya . Iya mengajak Umam dan Rina untuk berjalan bersamanya kerumah Widya . dan sepanjang perjalanan Aswan tidak henti-hentinya berlaku kasar kepada Umam Dan Rina agar diberitahu tentang hal-hal yang berkaitan dengan gadis pujaannya itu.

Yaumal            :  “hey dua bocah ingusan ! buruan rapikan tasmu itu ! kita sam-sama pergi
kerumah Widya , soalnya kami tidak tahu rumahnya dimana !”
Rina                 : “iyaaa , sabar dong Mal ! bel pulang kan baru-baru saja berbunyi !”
Yaumal            : “memangya kenapa itu urusan kamu yah bukan urusanku .”
Zulhikam         : “woii buruan dong , aswan sudah menunggu didepan pintu kelas .”
Umam             : “Iyaiyaiyaa ini juga sudah , ayoo kita pergi” (bersam-sama meninggalkan kelas)
Aswan             : “kalian berdua ini lama sekali , kaya kamu penting saja ! coba bukan karena
untuk Widya ,  kami bertiga tdak akan pernah sudi jalan dengan kalian berdua”
Yaumal ,Zul    : “Batttttul Masbro !”
Aswan             : “Bagaimana ? kalian berdua sudah dapat informasi mengenai Widya ?”
Umam             : “iya sudah ! kau tanyakan saja pada Rina , Iya lebih tahu tentang Widya
dibandingkan denganku !”
Aswan             : “eh gadis pendek ! cepat kau katakan apa saja yang kau ketahui tentang
sahabatmu itu ! awas sampai kalian bohong !”
Rina                 : “yang aku tahu dari widya itu , dia suka orang yang pintar , yang baik , dan
beriman . dan dia sangat tidak suka dengan pria yang nakal , bodoh , kasar dan
kurang ajar .”
Zulhikam         : “wah kau menyinggung aswan yah ?”
Yaumal            : “Wah gadis ini mulai kurang ajar Wan”  
Aswan             : “eh kau menyinggungku yah ?”
Rina                 : “tidak , yang kukataan tadi itu benar ! aku sama sekali tak bermaksud
menyinggungmu”
Umam             : “hssst sudah , Widya sudah menunggu kita tuh didepan rumahnya .”(sambil
menunjuk kearah Widya)
Widya             : “hey kalian akhirnya datang juga , ayoo masuk ! eh ingat yah buat kalian bertiga.
Jangan buat onar !” 
Yaumal , Zul   : “siaaaaap Nonaaa!”
Widya             : “Siap nona , siap nona . hanya itu yang selalu kau ucapkan ! ( sambil menutup
telinga )

Semuapun duduk dengan tenang mengerjakan naskah drama , tapi tiba-tiba Aswan yang sudah tidak bisa lagi memendam perasaannya memberanikan diri menyatakan cinta kepada Widya  di saat mereka sedang serius-seriusnya menulis naskah drama

Aswan             : “Wid .”
Widya             : “hmmm ada apa ? kau mau apa lagi ? kau tak lihat kita ini sedang belajar !”
tidak usah banyak bicara !
Aswan             : “Wid , dengar aku dulu !”
Widya             : “kau bicara saja , aku bisa mendengarmu !”
Aswan             : “Widya ?” (sedikit menggertak)
Widya             : “hey kau ini kenapa ? kalau mau bicara yah bicara saja tak usah menyebut
namaku berulang-ulang . kau mengganggu konsentrasi belajarku . sudahlah kau
diam saja disitu kalau tidak bisa membantu !”
Aswan             : “Aku suka sama kamu !” (sambil menunduk)
Zul,rina, yaumal,umam : “HAAAAAAAAA !” ( serentak berbalik kearah Aswan)
Widya             : “apa ? apa yang kau katakan barusan ? kamu bilang suka sama aku ? hahaha
tidak usah main-main dulu deh ! itu tidak lucu !”
Yaumal , Zul   : “Dia itu seriussss nonaaaaaaaa !”
Umam , Rina   : “dua riuss malah !”
Widya             : “hey kalian ini kenapa ? jangan bicara yang tidak-tidak !”
Aswan             : “aku tidak bohong , yang dikatakan mereka itu benar ! aku tidak main-main
Widya             : “apaa ? kamu tidak berfikir sebelum mengucapkan kata-kata itu ? hey coba kau
ingat kelakuanmu selama ini yang kau perbuat terhadap teman-teman kita dan
kedua sahabatku ini ! kau sadar tidak sikapmu itu membuat kau dijauhi dan
dibenci oleh semua orang , dan hari ini dengan beraninya kau bilang suka
padaku ? heyy itu lucu ! preman sepertimu itu saya rasa sudah tak punya hati
untuk urusan cinta ! jadi tak usah berharap lebih dariku!”
Aswan             : “iyaaa selama ini kelakuanku ini memang tak patut dibanggakan , tak sedikitpun.
Aku sadar aku ini bodoh aku ini nakal dan tak sebanding denganmu yang pintar .
aku tahu kau membenciku , tapi memangnya kenapa ? aku salah suka sama
kamu ? itu salaaaaah ?”
Umam, yaumal,zul,rina : “WOOOOWWWW ! tidak salah Masbro” (sambil mengangah)
Widya             : “semua itu memang tak salah , itu hakmu itu menyukai siapa saja ! tapi aku
minta maaf aku tak bisa  Wan , sikapmu begitu tak berpendidikan , dan aku tak
suka semua itu ! saya harap kamu bisa mengerti itu !” (mempertegas)
Aswan             : “iya , saya sadar semua itu ! tapi saya akan buktikan suatu kelak nanti saya dapat
berubah , saya dapat menajdi sosok yang dapat membanggakan orang-orang
yang ada disekelilingku  simpan kata-kataku ini !”(mempertegas)
Umam yaimal zule , rina umam : “aaaaaaaamiiiiiiiinnnn masbro”
Widy               : “okee , maaf kalau kata-kataku tadi sedikit menyinggung perasaanmu . tapi aku
tak bermaksud sama sekali . lagi pula kita ini masih terlalu muda untuk
mengenal yang namanya rasa cinta , semua itu masih terlalu cepat . saya cuman
berharap kamu bisa berubah jadi yang lebih baik , melanjutkan pendidikan lebih
tinggi hingga dapat meraih cita-cita .”
Aswan             : “iya tak apa wid , aku sadar . semua itu memang pantas kudapatkan . kata-kata
itu tak sebanding atas perlakuanku selama ini kepada kalian semua . aku minta
maaf yah .”
Widya             : “iya Wan aku sudah memaafkanmu, aku juga minta maaf atas kata-katku tadi .”
Zulhikam         : “wah masbro baru kali ini aku melihat kau begitu tegas dalam berbicara .”
Yaumal            : “Wan , sumpah demi apapun kau membuatku terharuuu”
Umam , Rina   : “ohhhh soooswweeeeettt !”
Aswan             : “oiya aku hampir lupa , maafkan aku juga yah Umam ( menjabat tangan Umam)
kamu juga Rin , maafkan aku yah (menjabat tangan rina ) aku selama ini sudah
banyak salah sama kalian.”
Umam             : “iyaa , wan santai saja !”
Rina                 : “iya wan aku sudah memaafkanmu dari dulu”
Aswan             : “EH , kalian berdua , kenapa cuman berdiri disitu . ayo cepat minta maaf kepada
umam , rina dan widya !” (sambil menarik yaumal dan ZULE)
Yaumal            : “oiya yah masbro , aku sampei lupa  :D wid,rin,mam maafkan aku yah”  
(menjabat tangan ketiga-tinganya)
Zulhikam         : “iyaa aku juga minta maaf sama kalian bertiga , rasanya aku sudah terlalu
banyak salah .”
Widya,Rina, Umam    : “okeeee maaassssbroooooo . hahhaha kami memaafkanmu !”
Rina                 : “tenang-tenang . mulai hari ini kita bersahabat dong yah ?”
Widya             : “iyaa dong tentu sajaaaa !”
Aswan , Yaumal , Zule : “jadi kalian mau terima kita jadi sahabat nih ?”
Umam             : “iya dong kenapa tidak ?”
Widya,Rina     : “cieeeee tobatnya preman sekolah” (mengejek)
Aswan,Yaumal,Zule   : HAHAHHAHAHA
Zulhikam         : “yang lalu biarlah berlalu , kita harus menata hidup agar bisa menjadi pribadi
yang lebih baik kedepannya , semangat !”
Widya,Aswan,Rina,Umam,Yaumal : “semangat”
Zulhikam         : “BETUL TIDAK ?”
Widya,Aswan,Rina,Umam,Yaumal : “betul”
Zulhikam         : “ALHAMDU …. ?”
Widya,Aswan,Rina,Umam,Yaumal : “LILLAH”.
Widya,Aswan,Rina,Umam,Yaumal : “hahahahhaha”
Yaumal            : “kau ini Zul ada-ada saja!”
Aswan             : “sudahlah , mulai hari ini , kami bertiga akan berubah , sifat preman kami akan
kami hilangkan. Iyakan Mal , Zul ?
Yaumal            : “ya yang dikatakan Aswan itu benar , mulai hari ini kami akan berubah menjadi
siswa yang lebih baik”
Zulhikam         : “ya ! kami bertiga sudah sadar , dan mulai hari ini preman sekolah sudah tak ada
lagi ! yeaaaaaahh . hahhaa”
Widya             : “syukurlah kalian bertiga sudah ingin sadar, aku bahagia mendengar itu semua”
Rina                 : “yah , kami juga pasti akan membantumu untuk dapat berubah”
Umam             : “pastinyaaaa”
Aswan,Yaumal,Zule   : “terimakasih teman-teman , kalian memang sangat baik”
Widya, Rina, Umam   : “sama-sama , itulah gunanya sahabat”


Akhirnya semenjak kejadian itu , Azwan,Yaumal dan Zulhikam yang dulunya preman sekolah kini menjadi sosok yang begitu membanggakan , kini mereka bertiga juga telah berlaku baik terhadap teman-teman dan guru-guru disekolah. Mereka berenampun bersahabat begitu erat. Dan setelah Widya,Aswan,Rina,Yaumal,Zulhikam dan Umam telah meninggalkan bangku SMA mereka berenam melanjutkan pendidikan masing-masing sesuai dengan keinginan, ada yang ke Australia, ada yang ke Filipina , Singapura dan ada yang tetap di Indonesia, tapi komunikasi mereka tak pernah terputus hingga sekarang.Kini mereka dapat hidup rukun, walaupun sebelumnya ada pertentangan di antara mereka.

_SELESAI_

Wassalamu’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar