Kamis, 05 Juni 2014

Laporan Biologi - Proses Pertumbuhan da Perkembangan pada Tanaman Jagung


Assalamu’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..
Haihaihai Sahabatku,, , , nih ada lagi salah satu tugas BIOLOGI-LAPORAN PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TANAMAN JAGUNG. Tak ubahnya aku membagikan tugasku kepada kalian semua para SahabatKU. Mudah-mudahan berguna ya..... eitss, tapi harus ingat! kalau kalian mau pada copast jadi penCOPAST yang kreatif! jangan semua diambil, diubah sedikit lah.... OK, OK, OK, Sahabatku. Aku tidak larang copast loh, hanya sekedar mengingatkan saja! ok deh, tanpa basa basi lagi langsung saja Cekidot***


LAPORAN BIOLOGI

I.              Judul Percobaan         :      Proses   Pertumbuhan   dan   Perkembangan  pada
Tumbuhan Jagung
II.           Pendahuluan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun dari udara (dalam bentuk uap air ataupun embun). Efek yang terjadi membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan biji yang melunak.
                  Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi cahaya matahari, suhu, kelembaban, air, pH, tanah, dan nutrisi. Adapun faktor internalnya hanya dipengaruhi oleh dua komponen utama yakni hormon dan gen. Percobaan yang dilakukan oleh kelompok kami yaitu meneliti tentang pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan jagung dengan memerhatikan faktor eksternal berupa cahaya matahari.
III.        Tujuan Percobaan
Menganalisis pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan jagung.
IV.        Alat dan Bahan
-       2 pot
-       Beberapa biji jagung
-       Tanah gembur
-       Mistar
-       Air
V.           Langkah Kerja
1.    Rendam beberapa biji jagung dalam air selama sehari sebelum penanaman
2.    Siapkan medium tanah yang telah bercampur dengan kotoran hewan pada dua area
3.    Tanam biji jagung yang telah direndam pada masing-masing area
4.    Tunggu sampai tanaman jagung menampakkan pertumbuhan
5.    Pindahkan tanaman jagung pada dua wadah yang telah disiapkan
6.    Lakukan pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada jagung.
VI.        Tabel Hasil Pengamatan
Hari
Tanggal
Perubahan Morfologi
Pertambahan Jagung / cm
Perkembangan Jumlah dan Lebar daun
Terang
Gelap
Terang
Gelap
1
28 Agustus 2013
0,7 cm
0,9 cm
J = 1 daun
P = 0,4 cm
L = 0,5 cm
J = 1 daun
P = 0,6 cm
L = 0,35 cm
2
29 Agustus 2013
1,3 cm
1,7 cm
J = 1 daun
P = 1,4 cm
L = 0,5 cm
J = 1 daun
P = 2,9 cm
L = 0,35 cm
3
30 Agustus 2013
2 cm
2,9 cm
J = 2 daun
P = 2,5 cm
L = 0,65 cm
J = 1 daun
P = 4,75 cm
L = 0,5 cm
4
31 Agustus 2013
2,3 cm
3,5 cm
J = 2 daun
P = 4,7 cm
L = 0,8 cm
J = 2 daun
P = 6,8 cm
L = 0,75 cm
5
1 September 2013
3,1 cm
4,1 cm
J = 2 daun
P = 5,1 cm
L = 1,2 cm
J = 1 daun
P = 7,3 cm
L = 0,9 cm
6
2 September 2013
3,7 cm
5,3 cm
J = 2 daun
P = 5,65 cm
L = 1,25 cm
J = 2 daun
P = 7,7 cm
L = 1 cm
7
3 September 2013
4,2 cm
6 cm
J = 2 daun
P = 5,9 cm
L = 1,25 cm
J = 2 daun
P = 8 cm
L = 1,1 cm
8
4 September 2013
4,9 cm
7,2 cm
J = 3 daun
P = 6,2 cm
L = 1,3 cm
J = 2 daun
P = 8,2 cm
L = 1,2 cm
9
5 September 2013
5,5 cm
8,5 cm
J = 3 daun
P = 6,9 cm
L = 1,4 cm
J = 2 daun
P = 8,9 cm
L = 1,3 cm
10
6 September 2013
5,8 cm
9,7 cm
J = 3 daun
P = 8 cm
L = 1,45 cm
J = 2 daun
P = 9,4 cm
L = 1,3 cm
11
7 September 2013
6 cm
11,9 cm
J =3 daun
P = 10 cm
L = 1,5 cm
J = 2 daun
P = 10,7 cm
L = 1,4 cm
12
8 September 2013
6,3 cm
12,7 cm
J = 4 daun
P = 12 cm
L = 1,55 cm
J = 3 daun
P = 13 cm
L = 1,4 cm
13
9 September 2013
7,5 cm
14 cm
J = 4 daun
P = 13,7 cm
L = 1,55 cm
J = 3 daun
P = 14,3 cm
L = 1,45 cm
14
10 September 2013
8,2 cm
16,3 cm
J = 4 daun
P = 14 cm
L = 1,6 cm
J = 3 daun
P = 15,9 cm
L = 1,5 cm
15
11 September 2013
9,7 cm
17,1 cm
J = 4 daun
P = 13,5 cm
L = 1,65 cm
J = 4 daun
P = 17,5 cm
L = 1,5 cm
16
12 September 2013
11,2 cm
18,3 cm
J = 5 daun
P = 15 cm
L = 1,7 cm
J = 4 daun
P = 19,6 cm
L = 1,6 cm
17
13 September 2013
13 cm
19,4 cm
J = 5 daun
P = 16,5 cm
L = 1,75 cm
J = 4 daun
P = 21,4 cm
L = 1,65 cm
18
14 September 2013
14,8 cm
20,3 cm (layu)
J = 5 daun
P = 18,3 cm
L = 1,9 cm
J = 4 daun
P = 22,6 cm
L = 1,65 cm
19
15 September 2013
16 cm
20,5 cm (layu)
J = 5 daun
P = 19,7 cm
L = 2,1 cm
J = 5 daun
P = 23,8 cm
L = 1,7 cm
20
16 September 2013
17,8 cm
20,7 cm (layu)
J = 5 daun
P = 20,3 cm
L = 2,3 cm
J = 5 daun
P = 24,5 cm
L = 1,8 cm
21
17 September 2013
19,1 cm
mati
J = 5 daun
P = 21 cm
L = 2,35 cm
-
22
18 September 2013
21,4 cm
mati
J = 5 daun
P = 21,3 cm
L = 2,4 cm
-
23
19 September 2013
24 cm
mati
J = 6 daun
P = 21,7 cm
L = 2,41 cm
-
24
20 September 2013
28,5 cm
mati
J = 6 daun
P = 22,1 cm
L = 2,43 cm
-
25
21 September 2013
30 cm
mati
J = 6 daun
P = 22,6 cm
L = 2,45 cm
-
26
22 September 2013
32 cm (layu)
mati
J = 6 daun
P = 23 cm
L = 2,5 cm
-
VII.     Analisis Pengamatan
Dari percobaan tersebut dapat diketahui perbedaan pertumbuhan tanaman yang di letakkan pada tempat yang berbeda, yakni satu diantaranya di letakkan pada tempat gelap atau tempat kekurangan cahaya dan tempat terang atau tempat yang cukup cahaya yakni sebagai berikut :
1.    Tanaman yang di letakkan pada tempat gelap mengalami pertambahan tinggi yang lebih cepat. Namun lebar daunnya kecil dan tipis, warna daunnya tidak hijau ( pucat ) dan batang kecambahnya tidak kokoh dan melengkung. Batang kecambah melengkung karena pertambahan tinggi yang sangat pesat, namun batangnya tidak kuat. Tanaman ini mengalami gejala etiolasi, dikarenakan kekurangan cahaya disaat perkecambahan. Gejala etiolasi ditandai dengan pertambahan tinggi yang sangat cepat dikarenakan hormon auksin yang berfungsi dalam perpanjanga sel – sel tumbuhan dapat bekerja secara maksimal di tempat yang tanpa cahaya matahari. Karena kekuarangan cahaya, sehingga menyebabkan daun berwarna pucat, berukuran kecil, tipis dan batangnya tidak kokoh karena tanaman tidak bisa melakukan proses fotosintesis sehingga tanaman kekurangan nutrisi. Walaupun pertumbuhan jagung ditempat gelap  lebih cepat, akan tetapi daunnya berwarna kuning/pucat dan batangnya lemas hingga akhirnya mati, karena daun kekurangan cahaya dan tidak bisa melakukan fotosintesis.
2.    Tanaman yang diletakkan pada tempat terang mengalami pertumbuhan yang lambat, namun jumlah daunnya bertambah lebih cepat, berwarna hijau lebar dan tebal dan batang kecambahnya kokoh. Pertumbuhan yang lambat ini disebabkan oleh Fungsi hormone auksin yang dihambat oleh cahaya matahari. Karena dengan cahaya matahari yang cukup tanaman tersebut dapat melakukan proses fotosintesis secara maksimal, sehingga tanaman tersebut memiliki nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Nutrisi yang cukup itulah yang menyebabkan tanaman tersebut tampak lebih gemuk, kokoh berdaun lebar, tebal dan banyak. Sehingga pertumbuhan jagung ditempat terang tumbuhnya relatif setabil karena kebutuhan cahaya yang cukup, daunnya lebih hijau/segar, dan batangnya lebih kokoh dari yang lain.
Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa cahaya sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup tumbuhan, khususnya pada pertumbuhan dan perkembangan jagung. Hal ini menandakan bahwa tumbuhan membutuhkan pengaruh cahaya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat melakukan fotosintesis, menjaga keseimbangan, dan lain lain.
Pertumbuhan tanaman di tempat gelap memang cederung lebih cepat, akan tetapi tumbuhan tersebut tampak layu dan kekuningan, tidak seperti tumbuhan yang mendapatkan cahaya yang cukup. Hal ini memandakan adanya perbedaan yang sangat drastis antara tumbuhan yang memperoleh cahaya yang cukup dengan tumbuhan yang tumbuh dengan kekurangan cahaya.
VIII.  Kesimpulan
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa tanaman yang hidup di tempat yang gelap akan lebih cepat pertumbuhannya,karena hormon auksin akan bekerja lebih  maksimal dibandingkan dengan tanaman yang hidup di tempat yang terang dan ditempat yang terkena cahaya matahari secara langsung. Akan tetapi,tanaman yang hidup di tempat gelap daunnya akan bewarna kuning/pucat dan batangnya lemas karena tanaman tersebut tidak dapat melakukan fotosintesis.



DOKUMENTASI
dokumentasi punya sendiri aja ya... (^_^)


Wassalamu’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar